Pilunya Nasib Sinden di Tuban, Hingga Gadai serta Jual Benda Buat Hidup

Pilunya Nasib Sinden di Tuban, Hingga Gadai serta Jual Benda

thedarkageoflove.com – Pandemi Covid- 19 memukul banyak zona, paling utama perekonomian warga. Permasalahan ekonomi ini pula yang dialami salah pekerja seni di Tuban Jawa Timur.

Sepanjang Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas Warga( PPKM) buat memencet laju penyebaran Covid- 19 ini, untuk orang- orang yang tidak mempunyai pemasukan senantiasa semacam pekerja seni jelas berakibat besar.

Para pekerja seni ini, salah satunya Sri Yatmi, sinden kesenian langen Tayub, sepanjang PPKM tidak dapat pentas. Perempuan 39 tahun kelahiran Bancar terpaksa memutar otak buat penuhi bayaran hidup.

” Aku telah semenjak tahun 2009 terjun di kesenian tayub. Serta nyaris 2 tahun ini tidak terdapat pemasukan, sesungguhnya jika job terdapat hanya jika pentas langsung dibubarkan. Sebab dikira mengundang kerumunan,” kata Sri Yatmi.

Sri Yatmi, menyebut buat bertahan hidup Dia wajib berhutang ke kanan serta kiri orang sebelah. Dia apalagi hingga menjual seluruh benda berharga yang terletak di rumah.

” Jika enggak terdapat benda yang dijual, iya aku hutang buat bayaran hidup. Jika tidak pentas iya pula tidak dapat bayar hutang. Pokoknya sulit jadi pekerja seni, ibaratnya dapat mati berdiri jika orang desa bilang. Terlebih PKKM dapat molor tetapi cicilan kredit tidak dapat molor,” ucapnya.

Perihal senada dirasakan Mursiati( 35) sinden asal Kecamatan Kerek, wajib menjual seluruh kalung serta gelang emas, sepanjang tidak pentas.

” BPKB motor pula telah digadaikan serta gadaikan sertifikat tanah kepunyaan mertua buat menyambung hidup,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Mursiati telah 2 tahun menganggur sebab tidak memiliki pekerjaan lain.” Ini pula nganggur dirumah terus,” tuturnya. Ia pula berharap, pentas kesenian di Tuban dapat kembali dibuka dengan ketentuan cocok pemerintah.

” Harapannya dapat dibuka kembali kesenian, dengan senantiasa mempraktikkan protokol kesehatan. Terdapat atensi secara tentu, baik dari pemerintah wilayah ataupun pusat,” ucapnya.

Sedangkan itu, Kepala Disparbudpora Kabupaten Tuban, Sulistiyadi menarangkan, kalau aktivitas yang bertabiat keramaian diatur langsung oleh pemerintah pusat. Tidak cuma pada kesenian, demikian juga zona pariwisata.

” Buat hiburan belum diperbolehkan, sebab jadi atensi nasional,” katanya. Kami harap untuk pihak pemerintah bisa di buka kembali dan kami doakan semoga indonesia bisa sembuh dari covid – 19 ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *